kaintenun

Kain tenun handmade ini dibeli oleh sahabatku di Manado ketika bertugas disana. Tapi dikirim saat dia berada di Donggala, Palu, karena hari itu dia harus terbang ke Palu untuk tugas berikutnya. Sahabat lamaku yang Alhamdulillah, karena Allah kami dipertemukan lagi (di LinkedIn), sahabat dari kenalan saat pendakian Gn. Sindoro tahun 1998, 20 tahun silam.

„Ceritakan padaku dibumi yang sekarang kau pijak“ pintaku. Tak lama dikirimlah foto2 keindahan alam laut di Donggala. Tak ketinggalan, foto2 Sunset nya… indah masyaAllah..

„Kamu harus kesini, Linaaa…“ katanya.

„InsyaAllah mas…“ jawabku.

_______

Sedih banget rasanya mendengar berita bencana alam gempa dari tanah air. Setelah Pulau Lombok, menyusul Pulau Sulawesi, hiks. Bencana alam sepertinya datang bertubi2 ditanah air…

Bayangan dari foto2 keindahan alam yang sahabatku kirim dulu seketika sirna, berganti rasa pilu memandangi foto2 setelah gempa itu.

Semoga Allah melindungi kita semua, dan memberikan ketabahan untuk saudara2 kita yang tertimpa musibah ini.

Aamiin ??

#prayforindonesia

#prayforlombok

#prayforpalu

#prayforsulteng

Melewati koridor rumah sakit ini, membawa ingatanku ke 14 tahun silam. Ketika aku harus menjalani operasi (keguguran sekaligus pengangkatan myome).

Rasa kehilangan, kesepian, sendiri, tak berkawan, belum bisa bahasa Jerman, seperti terdampar di negeri entah… Suami yang kerja di Freiburg (perbatasan Swiss), bisa pulang hanya weekend. Mental benar2 „down“ saat itu.

Hanya pasrah dan percaya sama Allah akan rencana Nya. Allah akan kasih yang terbaik untukku… Dan itu pasti…!!

#memoria